DKI Jakarta di era Ahok dan setelah Ahok...
Diskusi dengan Babo
Ahok
selama menjabat sebagai gubernur telah melakukan serangkaian kebijakan yang
fenomenal khususnya pelaksanaan reformasi birokrasi di jajaran Pemrov DKI. Ahok
menetapkan standar SDM yang tinggi dengan gaji dan honor yang juga tinggi.
Namun pada waktu bersamaan dia juga menetapkan target kerja yang tinggi kepada
PNS DKI.
Sistem pengawasan kinerja PNS dilakukan secara sistematis dengan indek
yang transfarance. Sehingga memberi peluang siapapun yang beprestasi baik akan
naik dan yang tidak qualified akan tersingkir dengan sendirinya. Memang alokasi
APBD DKI meningkat tajam pada pos pengeluaran Pegawai. Namun tingginya pos
pengeluaran ini ditutupi dengan efisiensi pada pos anggaran lain yang
kebanyakan sebelumnya terkesan mubazir. Dan memaksa PNS meningkatkan pelayanan
kepada public.
Sehingga kreatifitas Ahok meningkatkan PAD dan juga dana non
budgeter atau dana kontribusi pengusaha atas izin yang didapat semakin luas
cakupannya. Dan APBD yang memang terbatas kemampuannya membiayai infrastrukur
ekonomi dan social dapat diatasi berdasarkan kinerja yang optimal
Ahok
juga menerapkan ebudgeting secara terpadu walau terkesan tidak sempurna pada
awalnya namun dalam setahun lebih sudah lebih baik dan menjelang akhir masa
jabatannya ebudgeting semakin sempurna sehingga sangat sulit bisa ditembus oleh
aparat untuk melakukan korupsi.
Semua itu bisa dilakukan oleh Ahok karena dia
tidak tersandera oleh Partai atau elite politik yang punya kepentingan ekonomi
atas jabatan Gubernur. Maklum bahwa sebelumnya posisi gubernur bagi Partai
adalah financial resource untuk memperkuat Partai dalam memenangkan Pemilu.
Walau Ahok di dukung Gerindra pada awalnya namun dia memilih keluar dari
Gerindra ketika agendanya diganggu. Dan tetap menolak menjadi kader PDIP ketika
PDIP mendukungnya sebagai Gubernur DKI. Itulah Ahok.
Hanya
masalah waktu di pastikan Anies-Sandi akan berkantor di Balaikota.
Pertanyaannya adalah bagaimana Anies-Sandi melaksanakan program populisnya
sementara APBD DKI lebih separuh habis untuk belanja rutin. Dan hanya menyisakan
sedikit untuk program social. Apakah Anies-Sandi akan meniru Ahok yang menekan
pengusaha untuk terlibat memberikan kontribusi atas setiap izin yang diberikan
PEMDA?
Keliatannya ini akan sulit karena kenaikan Anies-Sandi di dukung oleh
pengusaha yang sebagian besar bermasalah dengan Ahok khsusnya karena kebijakan
Ahok yang menekan pengusaha. Tanpa penerimaan di luar anggaran maka hamper
tidak mungkin Anies-sandi bisa melaksanakan program plusnya. Bahkan untuk
meniru prestasi Ahok saja tidak akan bisa. Kalau ini terjadi maka akan
berhadapan dengan pemilih yang sudah terlanjur euphoria dengan janji program
populis Anies- Sandi.
Lantas
bagaimana solusinya ?
Ada
program Anies-Sandi yang luar biasa, yang bila diterapkan akan jadi revolusi
ekonomi yang dahsyat. Apa itu. Melakukan sinergi birokrasi dan pemerintahan
provinsi dengan berbagai elemen civil society untuk membangun paradigma
“pembangunan berbasis gerakan”. Dengan modal dukungan ormas Islam, Anies –Sandi
bisa meniru kota Zhejiang di China. Provinsi Zhejiang yang berbatasan dengan
Taiwan.
Kota ini awalnya tidak dirancang sebagai pusat industri tapi pusat
pertahanan militer karena berbatasan dengan Taiwan. Hanya selat yang membatasi
. Daerah ini sangat sedikit sekali mendapatkan anggaran dari Pusat dan hampir
tidak mungkin untuk menciptakan pertumbuhan namun rakyat yang ada di Zhejiang
bangkit dengan kemampuan kemandirian. Pembangunan dilakukan oleh masyarakat
dengan dukungan pendanaan dari budaya arisan. Kebiasaan masyarakat china yang
suka berkelompok berdasarkan pertemanan serta hobi hidup hemat dan gemar
menabung telah menjadikan system arisan ini mampu sebagai amunisi menuju
kemakmuran.
Dengan
Modal Dukungan Ormas Islam tentu bisa menjadikan masjid sebagai basis gerakan
umat dan pola yang sama bisa juga diterapkan oleh umat non muslim dimana tempat
ibadah bukan hanya tempat melaksanakan ritual agama tapi juga sebagai pusat
kegiatan ekonomi dan sosial. Para pemuka agama berperan sebagai pencerah
mengenai kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah.
Sehingga program relokasi dapat
dilaksanakan dengan skema bukan hanya memindahkan warga tapi juga skema
meningkatkan kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi. Misal Rakyat tidak
mendapatkan ganti rugi tanah namun rakyat berhak atas saham dari RUSUN yang di
bangun dimana disamping mereka dapat rumah juga dapat rumah untuk disewakan.
Sehingga mereka dapat passive income.
Hal ini juga dilakukan di zhinjiang. Di
setiap RUSUN yang dibangun harus mampu menciptakan kota baru dengan dukungan
sarana terpadu. Artinya RUSUN tidak berdiri sendiri tapi berdekatan dengan
perumahan elite Swasta, yang bisa menjadi pelanggan atas barang dan jasa yang
mereka jual.
Bagaimana
pembiayaannya ?
PEMDA
bisa mengeluarkan Limited Government Fund Vehicle dengan jenis Revenue Bond
atau SUKUK. Artinya Revenue bond itu diterbitkan atas nama proyek yang
membungkus dirinya dalam bentuk koperasi namun di organize oleh PEMDA secara
tidak langsung dengan mengarahkan institusi terkait mendukung.
Siapa pembelinya
? Mereka yang kaya tentu akan membeli karena adanya jaminan pasar dari Pemda,
dan pemuka agama akan mendorong terbentuknya dana baitul maal agar cost of fund
menjadi murah. Seperti halnya di China , setiap proyek social rakyat merupakan
gabungan dana public dan dana arisan. PEMDA tidak harus mengemis dana CSR
kepada pengusaha. Tapi bisa mendorong pengusaha menempatkan penyertaan modal
dalam bentul dana maal atas proyek social yang akan di bangun.
Seperti
yang di lakukan oleh Inggeris dengan Community Interest Company (CIC). CIC
adalah suatu solusi yang merupakan badan usaha yang bertujuan sosial. CIC
khusus untuk usaha yang berhubungan dengan kepentingan publik seperti pengadaan
trasnfortasi umum, pengadaan air bersih, perbaikan lingkungan, sarana umum
lainnnya mencakup renewel energy.
Sebagai suatu badan usaha, CIC tetap boleh
mendapatkan laba namun bukan sebagai tujuan utama. Tujuan utamanya adalah
bagaimana melibatkan masyarakat dalam kemandirian menyediakan segala
kebutuhannya. Maksimum dividen boleh dibagi sebesar 5% dari total keuntungan.
Sisanya digunakan untuk pengembangan usaha.
Kepemilikan
saham dalam CIC bisa lebih dari dua orang. Jumlah modal disetor tidak dibatasi.
Namun di Inggeris untuk mendapatkan izin pendirian CIC tidak mudah. Ada Dewan
khusus yang dibentuk pemerintah untuk mempelajari konsep usaha serta pribadi
pribadi masing pendiri CIC.
Dewan ini bertugas memastikan bahwa izin yang
diberikan memang benar benar usaha yang berhubungan dengan orang banyak. Bila
izin CIC diberikan maka CIC bisa melakukan pooling fund kepada publik. Pendukung
penyertaan modal ini adalah mereka yang terkait langsung dan tidak langsung
dengan usaha CIC. Artinya komunitas sendiri yang membiayai secara gotong royong
namun legimate dan terorganisir dengan baik.
Tak perlu ragu karena penerimaan
setiap pooling fund ini diawasi oleh Dewan dengan ketat. Ya layaknya OJK. Dari
awal perencanaan sampai pembangun project diawasi ketat oleh dewan. Contoh
pembangunan kawasan perumahan, perbaikan lingkungan hidup , penyediaan mikro
financing dan lain lain. Dari sinilah program cluster to cluster atau ring to
ring di lakukan.
Dari masyarakat untuk masyarakat. Apabila program ekonomi itu
menunjukan hasil maka dana program yang disediakan pemerintah pusat untuk
pengadaan rumah murah, kredit murah, kredit tanpa agunan, bantuan modal bagi
new comer entrepreneur, dana bedan rumah dan lain sebagainya dapat di
sinergikan.
Penutup.
Keberadaan
Ahok adalah hikmah terbesar bagi umat islam khususnya dan rakyat Indonesia pada
umumnya. Ahok telah meletakan fondasi yang memungkin system pemerintah DKI bisa
punya reputasi tinggi di hadapan Rakyat. Ahok telah melahirkan paradigm baru
bahwa kekuatan real bukanlah partai tapi rakyat. Ahok telah memberikan contoh
bahwa siapapun bisa menjadi pemenang. Siapapun berhak memimpin.
Ahok telah
memberi contoh bahwa seburuk apapun kampanye Pilkada, namun demokrasi tetaplah
sistem terbaik yang ada. Ini harus di jaga dan bahkan di tingkatkan dengan
pemberdayaan masyarakat lewat program kemandirian. Janji populis tetap di
pertahankan namun tidak di delivery dengan to good to be true tapi melalui
serangkai kerja keras dan ikatan kebersamaan yang kokoh dengan menjadikan agama
sebagai inspirasi melahirkan spiritual setinggi langit namun membumi
menyelesaikan masalah keseharian melalui cara cara yang praktis.
Apabila
Anies-Sandi gagal maka akan merusak reputasi ormas islam yang telah
mendukungnya dan juga reputasi PKS. Jadi manfaatkanlah kemenangan Anies ini
sebagai pembuktian kepada publik dalam dan luar negeri bahwa umat islam itu
memang hebat. Jadi tidak ada gunanya gerakan agama memaksakan kehendak dengan
agenda yang justru meragukan keberadaan hokum dan idiologi Pancasila. Itu hanya
buang waktu dan sia sia.
Politik sudah selesai setelah PILKADA menetapkan
gubernur baru terpilih dan selanjutnya bagaimana hidup tertip sebagai warga
negara yang patuh hokum dan loyal kepada negara dengan percaya bahwa supremasi
hokum berpihak kepada kebenaran, untuk keadilan bagi semua…
Komentar
Posting Komentar