AS Cetak Uang...?
Diskusi dengan Babo
Pengantar
Tahun 2007,
Agustus, BNP Paribas tidak sanggup mencairkan sekuritas yang terkait dengan subprime mortgage di AS. The Fed dan ECB memompa likuditas ke pasar masing-masing US$ 24 miliar dan hampir 95 miliar euro. The Fed menurunkan suku bunga menjadi 4,75%. Oktober, Kerugian besar dialami bank maupun lembaga keuangan seperti UBS Bank (Swiss), Citibank, dan Merryl Lynch.
Agustus, BNP Paribas tidak sanggup mencairkan sekuritas yang terkait dengan subprime mortgage di AS. The Fed dan ECB memompa likuditas ke pasar masing-masing US$ 24 miliar dan hampir 95 miliar euro. The Fed menurunkan suku bunga menjadi 4,75%. Oktober, Kerugian besar dialami bank maupun lembaga keuangan seperti UBS Bank (Swiss), Citibank, dan Merryl Lynch.
Bank of England
(BOE) melakukan injeksi likuiditas sebesar 10 miliar poundsterling akibat
penarikan uang besar-besaran (bank run). The Fed kembali menurunkan suku bunga
25 bps menjadi 4,5%. Desember:The Fed mengambil langkah memompa likuiditas
melalui kerjasama dengan lima bank sentral lain, yaitu Bank of Canada, BOE,
Bank of Japan, ECB, dan Swiss National Bank. The Fed memangkas suku bunga 25
bps menjadi 4,25%.
Tahun
2008
Januari-Maret, Pasar saham global berjatuhan, terendah sejak September 2001. The Fed kembali memangkas suku bunganya dalam 3 bulan sebanyak 200 bps menjadi 2,25% dan terus melakukan injeksi likuiditas. Bear Stearns, salah satu dari lima bank investasi terbesar di AS, terpaksa diakuisisi oleh rivalnya JP Morgan Chase, menyusul kerugian besar yang diderita.
Januari-Maret, Pasar saham global berjatuhan, terendah sejak September 2001. The Fed kembali memangkas suku bunganya dalam 3 bulan sebanyak 200 bps menjadi 2,25% dan terus melakukan injeksi likuiditas. Bear Stearns, salah satu dari lima bank investasi terbesar di AS, terpaksa diakuisisi oleh rivalnya JP Morgan Chase, menyusul kerugian besar yang diderita.
September:Pemerintah
AS memutuskan untuk menyelamatkan Fannie Mae dan Freddie Mac, yang menjadi
progam bailout terbesar dalam sejarah AS selama ini. Lehman Brothers dinyatakan
bangkrut, menjadikannya sebagai bank investasi besar pertama yang benar-benar
mengalami kolaps sejak terjadinya krisis.
American International Group (AIG),
perusahaan asuransi terbesar di AS, juga diambang kebrangkutan. The Fed
memutuskan untuk memberikan bailout sebesar US$ 85 miliar. Dampak krisis
keuangan telah semakin berimbas ke sektor riil, seperti tercermin dari turunnya
angka penjualan eceran dan meningkatnya pengangguran di AS dan berbagai negara
Eropa.
Oktober.
Intensitas krisis ke seluruh dunia semakin meningkat, dipicu oleh kebangkrutan Lehman Brothers. Flight to quality memicu outflows yang menyebabkan melemahnya nilai tukar. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan paket penyelamatan sektor finansial sebesar US$ 700 miliar, Inggris mengumumkan paket penyelamatan perbankan sedikitnya sebesar 50 miliar poundsterling. Jerman menyediakan bantuan sebesar 50 miliar poundsterling untuk menyelamatkan Hypo Real Estate Bank. Tindakan tersebut juga ditambah aksi bersama penurunan suku bunga sebesar 0,5% dengan lima bank sentral lain yaitu ECB, BoE, Bank of Canada, Swedia, dan Swiss.
Intensitas krisis ke seluruh dunia semakin meningkat, dipicu oleh kebangkrutan Lehman Brothers. Flight to quality memicu outflows yang menyebabkan melemahnya nilai tukar. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan paket penyelamatan sektor finansial sebesar US$ 700 miliar, Inggris mengumumkan paket penyelamatan perbankan sedikitnya sebesar 50 miliar poundsterling. Jerman menyediakan bantuan sebesar 50 miliar poundsterling untuk menyelamatkan Hypo Real Estate Bank. Tindakan tersebut juga ditambah aksi bersama penurunan suku bunga sebesar 0,5% dengan lima bank sentral lain yaitu ECB, BoE, Bank of Canada, Swedia, dan Swiss.
November.
iga negara yaitu Ukraina, Pakistan, dan Eslandia menerima bantuan finansial dari IMF, disusul oleh Hongaria dan Belarusia. AS secara resmi dinyatakan berada dalam kondisi resesi oleh Economic Research National Bureau of (NBER). The Fed terus menurunkan suku bunga hingga mencapai level 0,25%, yang merupakan level terendah dalam sejarah.
iga negara yaitu Ukraina, Pakistan, dan Eslandia menerima bantuan finansial dari IMF, disusul oleh Hongaria dan Belarusia. AS secara resmi dinyatakan berada dalam kondisi resesi oleh Economic Research National Bureau of (NBER). The Fed terus menurunkan suku bunga hingga mencapai level 0,25%, yang merupakan level terendah dalam sejarah.
Tahun
2009:
Januari-Februari: Angka pengangguran di AS pada bulan Desember 2008 tercatat sebesar 7,2%, yang merupakan angka tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Ekspor Cina dilaporkan mengalami penurunan terbesar dalam satu dekade terakhir. Inggris secara resmi dinyatakan berada dalam kondisi resesi.
Januari-Februari: Angka pengangguran di AS pada bulan Desember 2008 tercatat sebesar 7,2%, yang merupakan angka tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Ekspor Cina dilaporkan mengalami penurunan terbesar dalam satu dekade terakhir. Inggris secara resmi dinyatakan berada dalam kondisi resesi.
Senat AS akhirnya menyetujui paket penyelamatan ekonomi senilai US$ 838 miliar. Pada bulan yang sama, US Treasury mengumumkan paket penyelamatan bank senilai US$ 1,5 triliun.
AS Bail
Out
Dari
mana AS membayar program penyelamatan ekonomi itu? Totalnya mencapai USD 2,338
miliar atau USD 2,4 trilion. Senilai itu jumlahnya sama dengan 3 kali dari GNP.
Atau sama dengan 10 kali utang Pemerintah Indonesia atau sama dengan 20 kali
jumlah APBN kita. Besaaar kan. Apakah AS pinjam uang dari luar negeri ? tidak.
AS menciptakan skema yang disebut dengan Quantitative Ease atau pelonggaran
likuiditas. GImana skemannya ?
Para
bank yang punya Kredit Macet itu menerbitkan surat utang senilai kredit macet
itu atau istilahnya securities back asset. Pada waktu bersamaan US treasury (
Menteri keuangan) menempatkan Tbill atau obligasi pemerintah. Maka terjadilah
pertukaran ( SWAP ) antara kredit macet yang sudah di kemas dalam bentuk
Securities paper itu menjadi Obligasi ( US Treasury ). Dengan demikian posisi
neraca bank jadi sehat. Karena tagihan macet telah berubah menjadi asset yang
likuid berupa obligasi pemerintah.
Nah, kalau bank butuh likuiditas maka the
Fed akan membelinya lewat pasar uang terbuka. Dari mana the Fed dapat uang
membeli obligasi tersebut? ya mencetak uang. Artinya setiap bank menjual
oblgasi tersebut, otomatis bank central memompa uang ke pasar( menambah uang
beredar ) tanpa lewat mekanisme produksi. Dengan demikian diharapkan sistem
perbankan punya darah segar untuk melalakukan ekspansi kredit ke dunia usaha.
Dan dampaknya ekonomi kembali bergerak.
Dengan
skema itu, Bank centrak (The fed ) bisa mengendalikan suku bunga dan uang
beredar. Sehingga inflasi tetap terjaga sesuai dengan ritme pertumbuhan
ekonomi. Ketika uang beredar semakin banyak maka the Fed menaikan suku bunga
untuk menarik uang dari sistem. Dan ketika uang mengering di pasar maka the Fed
menurunkan suku bunga.
Akibatnya uang lebih banyak beredar di pasar modal yang
akan membuat ekonomi efisien. Namun yang membuat ekonomi AS lambat melakukan
recovery adalah karena sebagian besar dana likuiditas dari skema QE ini tidak
masuk kesektor real tapi masuk ke sektor financial. Sementara dunia usaha AS
masih sulit mendapatkan pinjaman dari bank. Hal ini bisa dimaklumi karena skema
QE ini bukan gratis tapi uang pinjaman dari the FED dengan jaminan obligasi AS
yang di SWAP dengan surat utang bank.
Artinya secara tidak langsung bank sudah
digadaikan ke pihak AS. Atas dasar tersebut perbankan AS harus hati hati.
Apalagi ekspansi manufacture AS masih belum mampu menahan serangan kompetisi
dari manufaktur asal China.
Lantas
kemana kelebihan likuiditas AS itu ? kebijakan suku bunga the Fed ini
membanjiri pasar modal international khususnya negara emerging market. Uang
panas mengalir deras ke negara emerging market Brazil, Indonesia, India, Turki,
dan Afrika - yang kemudian disebut `Fragile Five`.
Mengapa ? Karena perbedaan
suku bunga yang lebar antara suku bunga di AS dengan bunga di negara emerging
market. Spread nya luar biasa. High yield. Dan dampaknya ekonomi negara
Emerging market tumbuh pesat namun bubble alias semu. Karena uang dari luar itu
bisa datang dan bisa pergi kapan saja.
Untunglah ketika Era Jokowi yang pertama
di lakukan adalah keluar dari jebakan suku bunga the Fed. Dan Indonesia bisa keluar
dari fragile five. Artinya gejolak pasar uang akibat kebijakan suku bunga the
fed , tidak akan berdampak buruk terhadap Indonesia. Kalau di hitung sejak
tahun 2010 sampai dengan sekarang 2016 yield yang diperoleh perbankan AS sudah
lebih dari cukup untuk menomboki kerugian akibat krisis Mortgage (kredit
perumahan ). Atau istilah begonya , AS membebankan kerugian moneternya kepada
negara lain termasuk negara emerging market.
Atas
dasar skema tersebut walau AS mencetak uang mengatasi krisis moneternya namun
ongkosnya tidak ditanggung sendiri oleh AS tapi di tanggung ramai rami oleh
negara yang masih percaya dengan US Dollar. Kini Ekonomi AS kembali membaik.
Harga perumahan sudah naik. Pemeriintah di untungkan karena nilai sekurities
paper milik bank yang dipegang sebagai collateral juga naik.
Secara berangsur
angsur akan terjadi pengurangan obligasi pemerintah untuk kembali secara
normal. Dan obligasi yang ditarik dari bank tersebut akan kembai membanjiri
likuiditas sektor real melalui kredit program yang di design pemeritah AS dan
bank hanya sebagai channeling lewat pasar uang yang di create oleh the Fed..
Jadi
setiap krisis terjadi di AS itu artinya meningkatkan kekuatan ekonomi AS lebih
tinggi dan semakin besar ketergantungan dunia terhadap sistem moneter AS. Dan
AS tetaplah penguasa sejati dalam sistem keuangan global. Apakah cara AS itu
baik ? Tidak juga. INi fake growth. Negara yang bertumpu kepada kekuatan sistem
uang hanya menghasilkan kelompok kaya sementara orang miskin tetap miskin.
Bahkan tingkat ketergantungan rakyat miskin kepada corporate semakin besar.
Karena dari corporate lah mereka dapatkan pekerjaan untuk bayar bill dan pajak.
Sistem demokrasi dan kekuasan di AS tidak bisa dipisahkan dari kekuatan ekonomi
kalangan pengusaha besar.
Sekarang
kita lihat ekonomi CHina.
Di china
uang itu indentik dengan kupon belanja. Bukan alat investasi. Makanya awalnya
china melarang uang di perdagangkan dan orang tidak boleh berspekulasi terhadap
kurs uang. Namun belakangan karena tekanan dari WTO, lambat laun Pemerintah
china melepas RMB ke pasar uang namun dengan quota yang terbatas.
Jadi berapa
kurs RMB yang sebenarnya engga ada orang tahu. Yang tahu hanya Tuhan dan 9
orang elite politik China saja. Ini sangat rahasia. Penguatan mata uang RMB
juga hal yang lucu. Orang barat bilang " kita seperti disuruh onani oleh
china". Nah pertanyaannya adalah bagaimana sesungguhnya soal uang itu bagi
china?
Mungkin
bagi orang barat uang itu segala galanya. Tapi bagi china uang itu hanya omong
kosong. Uang hanya alat mendorong rakyat mau suka rela masuk dalam barisan yang
tertip menuju peradaban yang di design oleh negara. Benarkah? Perhatikan cara
cerdasnya. Pertama, Rakyat engga boleh pegang mata uang asing kecuali negara.
Kurs negara tentukan sendiri. Jadi berapapun nilai devisa yang di dapat, rakyat
hanya dapat RMB. Kedua, china menerapkan pajak disamping pajak penghasilan juga
pajak kekayaan.
Pajak kekayaan sifatnya progresive. Semakin banyak harta
semakin besar pajaknya. Uang tabungan di bank di pajaki bukan hanya penghasilan
dari bunga tapi juga nominal tabungan. Artinya semakin banyak tabungan semakin
lama uang itu akan habis di makan pajak.
Ketiga,
Agar uang tidak menumpuk di bank dan rakyat tidak dirugikan karena pajak maka
Pemerintah menerbitkan beragam jenis investasi surat berharga. Dari yang
berbasis SUKUK seperti Revenue Bond, Warkat Barang atau Surat berharga resi
gudang , certifikat emas, sampai dengan yang konvensional seperti obligasi
umum.
Semua produk investasi ini di beri insentif pajak dalam bentuk diskon
tarif pajak. Dengan demikian orang tetap terpacu untuk kaya namun tanpa
disadari kelebihan hartanya berupa produk investasi itu masuk ke sektor real
melalui venture capital , infrastruktur fund, dan lain lain kegiatan produksi.
80% surat berharga itu dalam bentuk SUKUK atau bagi hasil. Kalau ekonomi lesu
ya sama sama manyun. Engga ada kewajiban balikin. Tapi semua surat utang itu di
back up oleh proyek real yang bisa di lihat dengan kasat mata oleh rakyat.
Nilainya tentu naik seiring waktu.
Keempat
, bagaimana kalau orang tidak mau membeli surat berharga investasi itu ? Tapi
tetap mau dapat diskon pajak, gampang. Karena Pemerintah hanya memungut pajak
kekayaan pasif , maka kalau kelebihan dana itu di tanam ke usaha kerjasama
dengan pihak lain, maka itu tidak dianggap harta kekayaan. Makanya jangan kaget
kalau angel investor di cina tumbuh subur terutama sejak krisis global.
Para
konglomerat China yang sukses terus melakukan ekspansi bisnis. Skemanya macam
macam dan beroperasi seperti shadow banking. Bank tapi bukan bank. Yang paling
banyak dapat manfaat adalah para sarjana yang baru tamat dan ingin menerapkan
ilmunya dalam bisnis dengan dukungan sang Angel yang kaya lagi punya jaringan
Business hebat. Ini kemitraan yang ideal dan terbentuk karena sistem agar kaum
terpelajar berwiraswasta dibawah binaan sang angel yang kaya lagi piawai
bisnis.
Dengan
sistem seperti itu, maka orang boleh kerja keras dan menikmati uang dari hasil
kerja kerasnya. Sementara yang mau ongkang ongkang kaki makan bunga bank, ya
engga bisa. Fungsi bank hanya perantara sementara saja, namun distribusi modal
ya dipicu melalui kebijakan pajak dan memastikan bahwa uang itu hanya omong
kosong.
Kerjalah terus dan terus. Kalau berlebih bagikanlah dalam bentuk bisnis
venture agar orang lain juga punya kesempatan atau kalau engga mau maka uang
kalian negara rampas secara sistem untuk distribusikan lewat usaha real.
Makanya sulit sekali china akan rubuh secara moneter. Mengapa ? karena mereka
memang tidak anggap moneter itu sebagai indikator pertumbuhan ekonomi tapi
perluasan kesempatan kerja dan distribusi modal secara massive. Dan karana
itulah pembangunan peradaban berlanjut. Hukum alam bekerja efektif. Yang malas
mati. Yang culas digilas. Yang rajin dan cerdas ya kaya.
Komentar
Posting Komentar