Postingan

Batam

Diskusi dengan Babo - Batam benar benar menuju kejatuhan yang bisa dikatakan gagal sebagai Free Trade Zone. Saat sekarang pertumbuhan ekonomi hanya 2,2%. Semakin menurunya ekonomi Batam karena dipengaruhi oleh adanya penurunan net ekspor dan konsumsi pemerintah.  Lantas mengapa Batam sebagai FTZ sampai gagal ? Sebelum kita bahas soal gagalan ini maka sebaiknya kita pahami dulu apa itu Free trade Zone ? FTZ adalah kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas. Kawasan untuk industri di bidang manufaktur ini menawarkan kemudahan yang dapat diperoleh. Mulai dari pembebasan bebas masuk, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), sampai dengan pembebasan Pajak barang mewah (PPnBM) bagi industri di sini. Sebagaimana kota Pelabuhan seperti Hong kong , Singapore , Panama, dll awalnya memang berkembang karena di picu oleh regulasi adanya insentif pajak. Bebas Pajak itu bukan untuk tujuan pasar domestik tapi sebagai pemicu terjadinya relokasi industri dan manufaktur dari negara lain ke Batam d...

Tidak ada yang mudah

Diskusi dengan Babo -  Di zaman kini—persisnya di zaman ketika sekelompok orang berkata bila kelompoknya memimpin negeri ini maka semua akan makmur sejahtera karena Negara menjamin kebebasan setiap orang belanja dengan murah dan karena itu negara mensubsidi kebutuhan umum public. Mereka tidak paham bila kini nilai uang dan emas tergantung CDS. Mereka tidak mau tahu bahwa sumberdaya alam itu hanya potensi ekonomi bukan potensi financial. Tanpa keberanian menghadang resiko, dan kerja keras, potensi ekonomi tidak bernilai financial. Karena iman, pertolongan Allah akan datang. Itu semua mudah, katanya. Benar , bahwa mukjizat tak pernah datang tanpa mengecoh. Manusia punya kemampuan besar untuk membentuk khayal jadi janji—dan mempercayai janji itu setelah mengemasnya dengan ”iman” atau ”dalil". Di zaman ”iman”, orang percaya akan Kanjeng Dimas yang tiba tiba dari mesin uang melalui kharamahnya mampu mendatangkan uang berlipat.  Yang percaya bukan hanya Udin yang tak pernah...

Rekayasa sosial

Diskusi dengan Babo - Tahun 2000 di kawasan industri Dongguan , China, hampir semua penduduk kota hidup dari industri sex. Mengapa saya katakan industri ? karena di kelola dengan cara profesional dari segi pelayanan sampai kepada sistem pengadaan jasa itu sendiri. Apapun jenis hiburan malam dan imajinasi sex di jual di sini. Di perkirakan lebih dua juta pekerja yang terlibat dalam industri sex. Bandingkan dengan jakarta yang berjumlah 670.000 pekerja. Siapa konsumennya ? hampir 90% adalah orang asing yang punya pabrik di kawasan tersebut, yang dari tahun ketahun terus meningkat jumlahnya. Karena program relokasi pabrik dari Taiwan, Jepang, Korea terjadi massive. Dan mereka cenderung memilih Dongguan. Ketika itu saya sempat tanya kepada pejabat China, “ mengapa pemerintah membiarkan prostitusi itu berkembang?   “ China tidak menganut defisit anggaran. Jadi kalau kami punya APBN hanya mampu mensejahterakan 50% rakyat, ya udah, itu aja kami urus. Kami engga akan berhutang un...

Business Model Jokowi.

Diskusi Dengan Babo - Bisnis model Presiden Indonesia Joko Widodo Dalam suatu acara investment expose yang di lakukan Jokowi di Beijing pada pertemuan Puncak KTT APEC 2014, saya sempat bertemu dengan teman yang kebetulan ikut dalam undangan tersebut, dia mengatakan bahwa “ Saya tidak melihat seorang presiden yang duduk diatas Balkon istana megah atau Bankir yang duduk di kamar kerja mewah atau Jenderal Lima bintang yang doyan di hormati atau Politisi yang selalu menjaga citra politik. Tidak.  Saya melihat diatas panggung seorang Salesman yang punya mental entrepreneurship yang sangat kuat, dan yakin dengan sesuatu yang diatawarkannya. Dan yang lebih penting lagi dia tahu bagaimana menjual secara efektif yang bukan hanya mendapatkan nilai jual yang tinggi tapi juga mendapatkan dukungan dari stakeholder. “Lantas apa yang ditawarkan oleh Jokowi sehingga anda punya pendapat seperti itu? Tanya saya. Dengan tersenyum dia mengatakan bahwa ada tiga hal yang ditawarkan tapi sebet...

Tim Sinkronisasi Anies - Sandi : Pusat Hiburan Malam DKI Jakarta

Diskusi dengan Babo  PUSAT HIBURAN MALAM Saya pernah diskusi santai dengan teman yang terlibat dalam team sinkronisasi dibawah Gubernur Terpilih DKI. Ada satu pertanyaan saya setelah dia menguraikan bagaimana seharus DKI di bangun. "  Sebelum kita bicara tentang sosial dan politik maka sebaiknya kita harus tahu dulu sumber penerimaan DKI itu apa ? Pertanian? DKI engga ada kebun dan sawah. Tambang? DKI engga punya batubara. SDM? DKI itu sebagian besar warga pendatang. Pabrik? Sebagian besar pabrik sudah pindah ke Tangerang, Bekasi. Apa ?" Jawabnya , "Perdagangan dan jasa."   Pertanyaan saya lagi, apa yang memicu sehingga Jakarta bisa menjadi kota dagang dan Jasa ? Shanghai jadi pusat kota dagang dan jasa, karena pariwista dan jasa financial center. Hong Kong dan Singapore, menjadi kota jasa dan perdagangan, karena hub Pelabuhan , jasa keuangan dan Pariwisata. Jakarta apa yang memicu ? "Mengapa ? "Kita tidak akan bisa mendesign model pemban...

Kerakusan

Diskusi Dengan Babo  Tahun 80 an ada film yang berjudul Wall street. Film ini diangkat dari berbagai sumber kisah nyata, kisah insider trading, tokoh raksasa kejam semacam Gecko yang hanya peduli meraup uang besar dalam waktu singkat, dan juga intrik pasar saham semuanya memang ada. Karakter Gecko sendiri konon dibuat untuk menggambarkan tokoh semacam Carl Icahn, Ivan Boesky, Michael Milken, dan lain lainnya.  Pemerhati Buffett mungkin kenal dengan Boesky, ia dikenal sebagai lawan Buffett dalam mengakuisi Scott & Fraser, perusahaan penerbit World Book Encyclopedia. Manajemen Scott & Fraser lebih memilih Buffett sebagai sosok pelindung manajemen daripada Boesky yang perusak. Milken dikenal sebagai raja obligasi sampah (junk bond), ia dihukum 10 tahun dalam kasus insider trading. Stone, sang sutradara , katanya membuat film ini juga sebagai dedikasi untuk ayahnya, seorang pialang saham di era Great Depression. Kisah yang diangkat film ini merupakan sisi buru...

Brunei Menuju Lubang Kejatuhan ?

Diskusi Dengan Babo Waktu di Kuala Lumpur minggu lalu , ketika sahur saya ngobrol dengan tamu hotel yang berasal dari Brunei. Kami kenalan dan semakin akrab karena dia mengenal banker yang saya sebut sebagai sahabat yang pernah berkarir sebagai GM Baiduri Bank, Brunei. Menurutnya Brunei sedang berada di putaran krisis yang menuju lubang spiral yang tak berujung. Saat sekarang difisit APBN Brunei telah mencapai 16 %.  Bandingkan dengan Yunani yang dinyatakan negara bangkrut karena difisit anggaran mencapai 15,7%. Walau kini Brunei nampak baik dipermukaan namun didalamnya sangat rapuh. Banyak asset Sultan yang nilainya USD 27 miliar di gadaikan atua dijual ke pihak lain untuk mengalirkan cash flow kedalam anggaran Brunei. Hanya masalah waktu asset ini akan habis karena saat sekarang menjual asset tidak mudah. Ada harga tapi susah pembeli. Apa penyebabnya ? Menurutnya karena 90% penerimaan negara berasal dari Minyak. Karena harga minyak dan gas terus turun maka PDP Brunei d...