Mencinati
Doskusi dengan Babo - Tersebutlah dalam sebuah cerita. Seorang pria
desa jatuh cinta kepada Ratu. Ratu dikenal dengan kencantikannya yang luar
biasa dan belum punya suami .Semua pria lajang di kerajaan tentu menginginkan
Ratu menjadi istrinya. Suatu waktu dengan keberaniannya, seorang pemuda sampai
datang menghadap sang Ratu. Hasrat dan cinta disampaikan kepada Ratu. Dengan
tersenyum sang ratu berkata bahwa bagaimana dia bisa yakin pria itu benar benar
tulus mencintainya? Ujilah ,kata pria itu.Demi cintanya dia bersedia melewati
apapun. Sang Ratu berjanji akan menguji pria itu dan meminta pria itu berlalu
dari hadapannya.
Suatu waktu, pria itu kedatangan seorang
wanita yang berwajah kotor dengan pakaian kumal. Wanita itu memberikan secarik
kertas yang merupakan surat dari sang Ratu. “Kalau benar anda mencintai saya
maka sudilah kiranya anda menikahi wanita pembawa surat ini”. Setelah membaca
pesan itu,dengan serta merta pria itu meminta wanita itu pergi dari hadapannya.
Menurutnya sang Ratu sedang menguji cintanya. Cintanya tidak akan berubah
kepada Ratu, apalagi wanita yang ditawarkan sebagai istri adalah wanita
berwajah kotor dan kumal. Ternyata wanita yang datang itu adalah sang ratu
sendiri yang sedang menyamar menjadi wanita gembel. Setelah mengetahui bahwa
yang datang itu adalah Ratu, pria itu terkejut dan malu. Sang Ratu berkata
bahwa pria itu tidak pernah mencintainya,kecuali mencintai dirinya sendiri.
Dikisahkan bahwa Allah berjanji akan datang
menemui Musa bersama para pengikutnya. Dengan suka cita ,Nabi Musa menyampaikan
berita ini kepada pengikutnya. Merekapun mempersiapkan kedatangan Allah itu
dengan sebaik baiknya. Pesta dengan makanan melimpah disediakan. Semua menanti
harap cemas akan kedatangan Allah. Jam demi jam berlalu namun Allah tidak juga
datang.
Yang datang justru pengelana tua yang miskin. Pengelana itu memohon
diberi maka karena ia lapar. Namun dengan tegas Nabi Musa dan pengikutnya
meminta agar pengelana tua itu menanti sampai Allah datang. Pesta dan makan ini
tersedia hanya untuk Allah. Semua boleh makan setelah Allah makan.
Pengelana tua itu berlalu begitu saja karena
tidak bisa menanti terlalu lama. Setelah batas waktu terlewati dan Tuhan tidak
juga datang, akhirnya mulailah pengikut Nabi Musa gundah. Mereka mulai
meragukan kebenaran berita bahwa Allah akan datang dihadapan mereka. Nabi Musa
sangat malu dihadapan pengikutnya.
Allah pun berkata bahwa Dia selalu menepati
janjinya. Bahwa pengelana tua yang miskin itu adalah Allah. Allah selalu ada
bersama mereka yang miskin dan lapar. Siapapun yang merindukan untuk bertemu
dengan wajah Allah maka cintailah kaum miskin. Rasul menasehati keluarganya
"Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah
kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena
Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat.
Ketika pria mencintaimu karena pertimbangan
akan kecantikanmu maka sebetulnya dia tidak mencintai dirimu tapi dirinya sendiri.
Begitupula bila wanita mencintaimu karena ganteng dan hartanya maka wanita itu
tidak pernah mencintaimu tapi dia mencintai dirinya sendiri. Dalam kehidupan
kebanyakan pernikahan terjadi karena pra kondisi yang ditetapkan kedua belah
pihak betemu. Ganteng dan cantik bersua. Tapi kebanyakan setelah menikah
keduanya bersiteru hanya karena masalah sepele dan kalaupun rumah tangga tetap
utuh namun derita tak berujung.
Mengapa ? karena itu tadi bahwa masing masing
tidak pernah saling mencintai. Mereka hanya mencintai dirinya sendiri. Anda
tidak akan pernah bisa menemukan kebahagiaan hakiki dengan orang yang tidak
pernah mencintaimu, yakinlah. Kemuliaan pasanganmu bukan karena dia pintar,
ganteng atau cantik, kaya tapi karena ia tidak melihat itu semua untuk
mencintaimu.
Dia hanya melihat kamu adalah kamu dan dia merasa nyaman kamu ada
untuk dia. Susah senang akan menjadi sesuatu yang membahagiakan tanpa beban.
Untuk mencintai tanpa syarat maka itu harus dasarnya hanya karena ibadah kepada
Allah. Bertemu karena Allah dan melewatinya karena Allah dan berakahir karena
Allah. Dalam keadaan seperti itu maka hari hari memang begitu indah, tentu
banyak hal yang positip bisa dihasilkan.
Begitupula ketika kita menyembah Allah ,
karena kita berharap limpahan rezeki, kemudahan hidup, pahala agar masuk sorga
dan terhindar dari neraka. Namun ketika Allah meminta kita menjadi wakilnya
menebarkan kebaikan dan menegakan keadilan bagi kaum fakir miskin, yatim piatu
kitapun berdalih. Sebetulnya kita tidak sedang mencintai siapapun.
Kita lebih
mencintai diri kita sendiri. Allah kita tempatkan hanya sebagai provider untuk
memuaskan nafsu kita. Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bahagia karena
Allah tidak akan pernah mencintai kita karena kita lebih mencintai diri kita
sendiri.
Belajarlah untuk mencintai, dengan diawali
biasakanlah berbagi. Atau setidaknya mulailah setiap hari mendoakan kebaikan
bagi siapa saja , baik yang dekat maupun yang jauh. When you pray for anyone
you tend to modify your personal attitude toward him. Dengan itu hati kita
melembut dan Allah akan kita dekati bukan lagi karena berbagai kondisi dan
harapan tapi memang kerinduan akan cinta yang tak terungkapkan dan tak
terdefinisikan.
30 Juni 2017
Komentar
Posting Komentar