Freeport “ Konspirasi bisnis dan politik”
Diskusi dengan Babo - Tahun
1997 saya pernah bertemu dengan teman yang menawarkan kepada saya untuk
berwisata kekota terindah dan terbersih didunia. Bahkan masuk guiness book of
record. Tentu saja saya membayangkan kota seperti Johannesburg atau Cape Town (
Afrika Selatan). Belum sempat saya mengiyakan , dia sudah memberi tahu bahwa
kota itu ada di Indonesia.
Sayapun terkejut karena nama itu tidak pernah saya
kenal , apalagi nama kota. Juga apa ada kota di Indonesia masuk guiness book
karena kebersihan dan keindahan.? Teman ini tersenyum sambil menyebut nama
Irian Jaya. Diapun menjelaskan bahwa kota ini bernama Kuala Kencana. Kota
dibangun khusus untuk para executive PT.Freeport Indonesia. Lokasinya dekat Timika.
Sayapun dapat memaklumi bila predikat kota masuk guiness book karena kota ini
dihidupi oleh Freeport MacMoran, perusahaan penambang emas nomor tiga terbesar
didunia.
Freeport-McMoran
awalnya adalah penambang belerang di sepanjang Gulf Coast, Amerika Serikat.
Namanya nyaris tak dikenal di kalangan industri pertambangan, hingga
Freeport–McMoran melalui team expedisinya Forbes Wilson bersama Del menemukan
kandungan tembaga terbesar ketiga di dunia yang berlokasi di Papua Barat pada
1960-an Hal inipun berdasarkan hasil laporan dari seorang geolog Belanda
bernama Jean Jacques Dozy pada tahun 1936.
Keindahan
kota Kuala Kencana adalah lambang keangkuhan manusia diabad ini dan tentu juga
lambang neo colonialism. Kekayaan alam di Gunung jaya wijaya dikuras tanpa
memperdulikan dampak lingkungan dan meminggirkan suku suku yang sebelumnya
hidup damai dengan alam sekitarnya dan meracik keseharian dengan cultural
generasi kegenersi. Kini alam yang memberikan kehidupan pada lintasan sungai
Ajkwa telah tak bisa lagi diminum karena tercemar.
Di sungai ini setiap harinya
lebih dari 200.000 ton tailing tambang dibuang. Bahkan kebun sagupun tak bisa
lagi tumbuh akibat tanah dan air yang tercemar. Sementara kehidupan mereka
tetap miskin.
Setiap
hari penduduk papua menatap kosong tak berdaya , ketika lebih dari
6.000.000.000 Ton pasir tembaga dikeruk dan disalurkan lewat pipa pipa raksasa
dari Grasberg-Tembagapura sejauh 100 kilometer ke Laut Arafuru, di mana
kapal-kapal besar menunggu. Sejak contract generasi pertama 1967 dengan hak
konsesi 20 tahun, kemudian diperpanjang lagi dengan Contract Generasi kedua
tahun 1991 yang akan berakir 2041.
Yang menyedihkan Perpanjangan Contract ke
Generasi kedua tidak menyertakan audite lingkungan dan keinginan Rakyat Papua.
Malah memperluas wilayah konses menjadi dua kalipat dari Generasi yang pertama.
Maka lengkaplah derita rakyat papua tanpa ada harapan untuk mendapatkan haknya.
Kita
bertanya tanya bagaimana mungkin negara begitu saja tunduk dengan Asing dan
membiarkan sumber daya alam dikangkangi tanpa memberikan manfaat maksimal
khususnya bagi rakyat papua. Jawabanya mungkin karena faktor sejarah. Karena
sebelum Irian direbut oleh Indonesia,sebetulnya ada deal khusus antara Soekarno
dan JF Kennedy soal keinginan Indonesia untuk merebut Irian Barat dari Belanda.
Entah bagaimana deal tersebut.
Namun yang jelas kepiawaian Soekarno memainkan
kartu Soviet dihadapan AS telah membuat AS tidak punya pilihan lain kecuali
mendukung semua keinginan Soekarno, termasuk dukungan politik untuk mengusir Belanda
dari Irian Barat.
Tahun
1961 Soekarno di undang oleh JF Kennedy ke Washington. Ketika itu diperkenalkan
kepada Soekarno seseorang bernama Augustus Long Belakangan nama ini berhubungan
dengan Freeport untuk menguasai tambang Tembaga di Irian Barat. Selanjutnya
Politik bergulir seperti agenda Soekarno dan JFK melalui PBB , dibuatlah
Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang memuat "Act of Free Choice"
(Pernyataan Bebas Memilih). Akhirnya Belanda kalah tanpa kehilangan muka.
Tapi
setelah itu, Soekarno tak pernah melaksanakan deal tersebut walau Agustus Long
tak pernah lelah menagih kepada Soekarno, sampai akhirnya Soekarno dijatuhkan
oleh Soeharto lewat dukungan CIA. Tahun 1967 , Freeport MacMoran menandatangani
Contract dengan Indonesia untuk hak atas konsesi tambang tersebut.Bukan hanya
AS merasa berhak atas Papua tapi juga inggeris dan Australia.
Maklum saja kedua
negara ini juga berjasa terhadap keunggulan AS memenangkan perang dunia kedua
dan berperan ikut menekan Belanda untuk angkat kaki dari Irian tanpa memberikan
dukungan apapun ketika konplik senjata dengan TNI merebut Irian.
Inilah
yang harus dipahami oleh rakyat Papua bahwa apapun dukungan AS , Australia ,
Inggeris terhadap Perjuangan rakyat papua untuk merdeka atau melepaskan diri
dari NKRI tidak akan melahirkan kemerdekaan yang sejati. Bagaimanapun cita cita
Soekarno untuk rakyat Irian sangat mulia dan kebenciannya kepada colonialism
sudah jelas.
Seharusnya ini dijadikan pegangan oleh para elite politik dan
penguasa negeri saat ini agar bersatunya Papua dalam NKRI ditahun 1962 adalah
untuk kemerdekaan sejati bagi rakyat Papua agar mereka mendapatkan keadilan dan
kehormatan. Selagi anggapan keberadaan Papua seperti "deal" tahun
1962 dimana bagi bagi hasil perang dengan AS, Inggris , Australia maka selama
itupula gerakan separatis tidak akan pernah padam. Yakinlah.
Proses
panjang merebut Freeport…
Mulai
dari politisi yang mengatasnamakan presiden dan wakil presiden untuk minta
jatah saham, sampai keinginan menguasai pasokan bisnis listrik ke raksasa
tambang yang berlokasi di Timika, Papua, adalah kerumitan yang dihadapi dalam
proses renegosasi perpanjangan kontrak karya Freeport. Bukan rahasia lagi jika
politisi dan penguasa selama lima pemerintahan, mulai dari era Suharto sampai
era Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kepentingan besar dengan kelanjutan
operasional PT Freeport Indonesia.
Masalah
freeport ini sudah muncul sejak tahun 2009 UU Minerba di syahkan. Mereka seakan
merasa Papua itu milik mereka atas dasar KK. Karenanya tidak perlu tunduk dengan
UU Minerba. Pemerintah SBY nampak tidak mau ambil resiko berhadapan dengan
Freeport karena kawatir bersinggungan dengan geostrategis AS.
Itu sebabnya
sampai dengan tahun 2014 Freeport tetap tidak tunduk dengan UU tersebut. Bahkan
mendesak pemerintah untuk merevisi UU tersebut. Di penghujung jabatannya SBY
sudah ajukan revisi UU tersebut ke DPR namun di era Jokowi nampaknya revisi itu
akan sulit terjelma. Apalagi PDIP sudah didukung oleh koalisi yang kuat..
Berikut
kronologi perundingan pemerintah dan PT Freeport Indonesia:
19
Desember 2012. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
mengundang PT Freeport Indonesia untuk membahas 6 isu strategis renegosiasi
amandemen kontrak karya (luas wilayah, kelanjutan operasi, penerimaam negara,
divestasi, pengolahan pemurnian, dan penggunaan barang, jasa serta tenaga kerja
dalam negeri).
25 Juli
2014. Memorandum of Understanding (MoU) renegosiasi amandemen kontrak karya
antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah ditandatangani, wilayah kontrak
karya (WKK) disepakati 90.360 hektare dan projek area 36,640 hektare, divestasi
30 persen, pajak badan nailed down, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Pajak
lainnya prevailing sampai dengan tahun 2021, kelanjutan operasi pertambangan
dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), pengolahan dan pemurnian
akan dilaksanakan di dalam negeri dengan mewujudkan suatu fasilitas pemurnian
tembaga tambahan di Indonesia dengan mengutamakan penggunaan tenaga kerja,
barang, dan jasa dalam negeri.
23
Desember 2014. Pemerintah dan PT Freeport Indonesia, dengan melibatkan
pemerintah daerah (kepala dinas Energi dan Sumber Daya Mineral), melakukan
rapat membahas perkembangan naskah amandemen kontrak karya PT Freeport
Indonesia.
23
Januari 2015. Pemerintah dan PT Freeport Indonesia memperpanjang MoU
renegosiasi amandemen kontrak karya untuk memberikan kesempatan kepada para
pihak untuk menyepakati amandemen kontrak karya.
9 Juli
2015. Surat PT Freeport Indonesia mengenai Permohonan Perpanjangan Operasi.
31
Agustus 2015. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mengirimkan teguran
keras kepada PT Freeport Indonesia atas ketidaktaatan PT Freeport Indonesia
dalam menyelesaikan amandemen kontrak karya dan ketidakpatuhan dalam menjalankan
amanat UU Minerba. 1
1
September 2015. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menanggapi surat PT
Freeport Indonesia atas Permohonan Perpanjangan Operasi.
7
Oktober 2015. PT Freeport Indonesia mengirimkan surat ke Menteri ESDM terkait
Permohonan Perpanjangan Operasi.
7
Oktober 2015. Menteri ESDM mengirimkan surat kepada PT Freeport Indonesia yang
menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia dapat terus melakukan kegiatan
operasinya hingga 30 Desember 2021 dan PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk
melakukan investasi dan meneruskan renegosiasi untuk menyesuaikan dengan
peraturan perundang-undangan yang ada.
Walau
tekanan begitu besar, namun Jokowi tidak akan membuat PP tentang perpanjang
kontak Freeport. Mengapa ? Sebetulnya ini bukan hal yang luar biasa tapi karena
Jokowi mengikuti kehendak UU 4/2009 tentang Minerba. Dimana dalam Pasal 169a UU
Minerba yang berbunyi,”Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku: (a) Kontrak
Karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan mineral dan batubara
yang telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang ini tetap diberlakukan sampai
jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian”.
Dengan
ketentuan ini berarti perusahaan yang masih berjalan kontrak karyanya (KK)
termasuk Freeport tidak perlu mengikuti ketentuan IUP dari UU 4/2009 sampai
masa kontrak karya selesai. Adapun KK Freeport berlaku sampai tahun 2021 dan
dapat diperpanjang dua tahun sebelumnya atau 2019. Yang jadi masalah adalah
Freeport butuh kepastian bahwa izin akan diperpanjang dan itu harus ditegaskan
sekarang.
Karena Feeport akan melakukan invetasi untuk tambang bawah tanah.
Jokowi setuju namun perpanjangan kotrak tidak lagi mengacu dengan kontrak yang
lama tapi sesuai dengan UU 4/2009. dan pembahasan soal perpanjangan kontrak itu
nanti tahun 2019. Freepot keberatan...
Apa yang
tersirat dari amanah UU 4/2009 ? keberadaan feeport harus memberikan manfaat
bagi papua dalam bentuk PAD. Harus ada peningkatan lokal konten, divestasi,
royalti dan industri pertambangan di Papua dan pembangunan smelter di
Indonesia. kalau Freeport keberatan ya Freeport harus angkat kaki. Jadi masalah
Freeport ini biasa saja dan tak ada istilah tekanan dari amerika atau apalah.
Selagi UU itu belum direvisi maka selama itu yang menang adalah rakyat
indonesia.
Perang
ditingkat Elite…
Sebelum
Pilpres 2014, seorang teman politisi dari partai islam pernah saya tanya ,
apakah mungkin PS berani membatalkan Kontrak Karya ( KK) Freeport Indonesia
(FI). Menurutnya tidak mungkin. Karena PS pernah bilang bahwa kalau sampai ada
ekses negatif terhadap pembatalan KK, secara militer engga memungkinkan konplik
dengan AS. Lebih baik di perpanjang KK itu.
Setelah Jokowi memenangkan Pilpres,
masalah FI menjadi issue politik. Entah mengapa justru kelompok yang kalah
menuduh Jokowi lemah kepada FI dan tidak bisa tegas terhadap FI yang tidak mau
bangun smelter sesuai UU Minerba.
Selama
KMP menguasai Senayan, memang upaya menghadapi FI agar patuh sangat sulit.
Bahkan FI berani mengancam ke pengadilan International. Menteri ESDM yang lalu
kelihatannya tak punya nyali dengan ancaman FI itu. Beda dengan keberaniannya
menendang Petral dalam oligarki perdagangan minyak Indonesia.
Perseteruan
terhadap FI mulai nampak di bawah kendali pemerintah setelah KMP bubar. Setelah
Donald Trump terpilih sebagai Presiden, kebijakan luar negeri AS mulai berubah.
AS lebih focus kepada masalah dalam negeri. Karenanya loby politik terhadap
sikap Indonesia untuk memaksa FI tunduk dengan UU No. 4/2009 bisa di terima
oleh AS. Kekuatan di parlemen juga sepakat untuk memberikan ruang bagi Jokowi
menyelesaikan soal FI.
Tanggal
12 januari 2017 , Pemerintah mengeluarkan PP No. 1/2017 dan Permen ESDM
mengenai juklak dari PP tersebut. Maka berakirlah rezim Kontrak Karya yang
telah berlangsung 50 tahun sejak Era Soeharto. Dengan adanya PP ini maka 34
pemegang KK punya pilihan dua, mengubah status menjadi IUP atau setelah KK
berakhir harus angkat kaki dari Indonesia.
Dengan IUP maka posisi pemerintah
tidak lagi sejajar dengan Penambang. Pemerintah bisa kapan saja mencabut izin
itu apabila tidak sesuai dengan syarat yang di tentukan. Bagi yang tidak ingin
mengubah status KK maka tidak mendapat izin ekspor.. Bagi yang mau merubah
status KK menjadi IUP , Pemerintah memberikan izin ekspor dengan tarif bea 10%
sampai dengan 5 tahun kedepan dengan syarat ( tanpa bisa di tunda) harus
membangun smelter dan dalam 10 tahun harus melakukan divestasi sampai 51%
melalui skema market price tanpa ada hak replacement cost.
Namun
apakah FI kalah begitu saja ? Tidak !. FI setuju akan melakukan penawaran saham
(divestasi) 51 persen kepada pemerintah. Hal itu sejalan dengan Peraturan
Pemerintah no.1 tahun 2017 terkait perubahan status Izin Usaha Pertambangan
Khusus (IUPK). Ini berita gembira. Karena freeport memilih patuh kepada
pemerintah daripada perang di arbitrase international.
Tapi teman saya pemain
tambang mengatakan bahwa walau sudah setuju namun tetap aja FI ngeyel. Masalah
apa ? Freeport tentukan valuasi saham engga masuk akal yaitu US$ 16,2 miliar
atau sekitar Rp 225,18 triliun dengan hitungan kurs Rp 13.900 per dollar AS.
Jadi
berapa sebenarnya value Freeport ? kalau mengacu harga saham Freeport-McMoRan
Inc di Wallstreet harganya USD 13,59, itupun volume yang diperdagangkan rendah.
Kini saham Freeport cenderung turun. Daripada beli saham Freeport Indonesia
sebesar itu lebih baik beli Holding nya sekalian.
Dengan USD 10 miliar kita
sudah mayoritas di Holding. Dan kita bukan hanya kendalikan Freeport di
Indonesia tapi juga di negara lain dimana freeport beroperasi. Untuk
melaksanakan strategi ini , pemerintah bisa menugaskan BUMN tambang melakukan
aksi corporate.
Disamping
itu FI juga minta kebijakan pajak kepada pemerintah. Padahal IUPK itu tarif
pajaknya lebih rendah daripada Kontrak Karya. Tapi keliatannya FI ingin
terhindar dari ketentuan retribusi pajak air yang akan dintentukan PEMDA PAPUA.
Ini jelas konyol. Karena itu hak PEMDA dan kebijakan pemerintah memaksa FI
untuk mengubah menjadi IUPK agar keadilan daerah tercipta. Jokowi akan menolak
ini.
Dan FI tetap aja ngotot untuk dapatkan fasiltas pajak tunggal atau tidak
tidak ingin pajak berganda karena retribusi Pemda segala. Kelihatannya ini
celah FI untuk mementahkan lagi kesepakatan yang telah dibuatnya. Dan sengaja
buying time dengan pemerintah. Sampai Jokowi lemah.
Teman
saya lawyer mengatakan bahwa petinggi Freeport diyakinkan bahwa Jokowi akan
jatuh setelah aksi GNPF-MUI berkaitan dengan kasus Ahok. Para petinggi itu juga
diyakinkan bahwa Militer ada dibelakang gerakan. Kemenangan Paslon Anies -Sandi
sudah didepan mata. Ini fakta bahwa kekuatan PDIP sebagai ruling party tidak
lagi significant mendukung Jokowi.
Dari
informasi yang tak bisa disebut sumbernya mengatakan bahwa target elite politik
bersama pengusaha rente adalah menjatuhkan JKW agar KK freeport di perpanjang.
Atau UU No. 4 /2009 diubah sesuai dengan kepentingan FI. Dan kalau divestasi
dilaksanakan maka itu dilakukan secara tertutup. Beberapa pengusaha di ring
satu lawan partai Jokowi sudah menskenario skema divestasi itu. Sebagaimana
dulu pernah terjadi di era Soeharto.
Dimana divestasi FI akhirnya jatuh kepada
kroni penguasa. Dulu era Soeharto , divestasi FI jatuh ketangan Aburizal Bakrie
sebesar 9,36 % melalui PT. Indocopper senilai US$213 juta. Namun, Ical hanya
membayar US$40 juta. Sisanya sebesar US$ 173 juta share loan dari Freeport.
Kemudian Bakrie melepas 51% saham indocopper kepada PT. Nusamba milik keluarga
Pak Harto dan Bob Hasan seharga USD 315 juta.
Tapi transaksi ini duitnya dari
Freeport USD 254 juta, sedangkan Nusamba hanya menyetor US$61 juta. Enak kan.
Kemudian sisanya 49% di jual lagi oleh Ical kepada Freeport senilai US$211,9
juta di pasar modal. Dahsyat engga.
Sesuai
PP no 1 penawaran saham Freeport dimulai kepada pemerintah pusat. Jika tidak
mampu diserahkan kepada pemerintah daerah atau ke swasta nasional, dan opsi
terakhir dijual di Bursa Efek Indonesia. Kalau Jokowi jatuh maka PP ini akan di
batalkan. Agar memuluskan rencana divestasi untuk kalangan terdekat. Konspirasi
elite politik dan Asing terjadi dengan baik untuk menjadikan Pilkada DKI
sebagai jalan menjatuhkan Jokowi.
Dari
Washington dapat kabar bawa Pemerintah AS minta agar Jokowi tidak mempersulit
FI dalam mengelola konsesi bisnisnya di Indonesia. Wakil presiden AS , yang
juga sahabat dekat dari Freeport MacMoran menegaskan bahwa sikap indonesia akan
mempersulit Indonesia dan di pastikan kalah kalau dibawa ke Arbitrase
International. Dipastikan tepat hari Pilkada DKI, Wakil Presiden AS akan
berkungjung ke indonesia dengan agenda utama menekan jokowi untuk menerima
usulan Freeport. Saat itu AS meyakinkan Jokowi dalam keadaan lemah.
Seorang
teman yang mengetahui akar sengketa hukum antara Indonesia dan Freeport
mengatakan bahwa Jokowi punya kartu Truf untuk memaksa AS untuk tunduk dengan
UU dan Aturan yang ada. Apa kartu truf itu ? Berkah ada"orang baik"
dengan keberanian luar biasa memberikan data kepada Jokowi. Data tersebut
sangat vital bagi kekuatan Jokowi menghadapi sengketa dengan Freeport.
Data
tersebut bisa membuat AS kalah telak di pengadilan International. Padahal data
itu sudah ada hampir 10 tahun namun selalu di sembunyikan oleh elite politik.
Tentu data itu di jadikan alat memeras freeport membiayai aksi politik dan juga
sebagai alat bargain elite politik untuk mendapatkan dukungan dari ring-1
Whitehouse untuk berkuasa di Indonesia.
Dalam
pertemuan dengan Mike, Jokowi memberikan sinyal bahwa dia punya data vital itu.
Menurut cerita teman, Mike sempat terkejut bahwa Jokowi punya data rahasia itu.
Tapi mengapa dia baru tahu? Bukankah selama ini proxy nya di Jakarta menjamin
kerahasiaan itu? Namun Mike dapat cepat mengambil peluang ini. Artinya engga
perlu lagi AS memberikan dukungan kepada pihak "tertentu" untuk
mengamankan Freeport.
Dan lagi Jokowi bersikap atas dasar historik dan
realistis, bahwa masalah freeport adalah masalah bisnis. Engga ada urusan dengan
hegemoni politik AS dalam penerapan geostrategisnya. Namun Jokowi dengan tegas
tak ingin bersengketa namun tak juga ingin di perlakukan tidak adil.
Persahabatan dengan negara besar lainnya seperti China, Rusia adalah atas dasar
keuntungan kedua belah pihak. Jokowi berharap agar AS menghormati apa yang
menjadi hak Indonesia dan sebaliknya Indonesia akan menempatkan AS sebagai
"mitra strategis. “
Dengan
adanya data di tangan RI-1 itu , memastikan penyelesaian Freeport ada pada
Jokowi seorang. Jokowi ingin menghentikan cara lama yang serba rahasia. Semua
harus transference atas dasar UU. AS bisa menerima usulan Jokowi dan memilih
untuk memberikan dukungan penuh secara politik kepada Jokowi untuk
menyelesaikan persoalan dalam negeri yang belakangan ini penuh kegaduhan "
Saya berikrar untuk melanjutkan kerja sama melawan terorisme di tengah masa
ketidakpastian ini."
Kata Mike Pence. Karena itu langkah yang paling
menguntungkan bagi AS daripada memberikan dukungan politik kepada pihak
"tertentu " yang ongkosnya lebih mahal dan bisa berdampak lebih buruk
dari kegagalan politik AS di Timur Tengah.
Kini
perundingan dengan PT Freeport, sudah hampir memasuki tahap final. Perubahan
penuh status kontrak karya (KK) Freeport ke Izin Usaha Pertambangan Khusus
(IUPK) saat ini masih dalam tahap dirembuk bersama. Secepatnya, teknis mengenai
kesepakatan antara pemerintah dan Freeport diharapkan sudah selesai.
Dalam
IUPK, perusahaan tambang memiliki kewajiban membangun smelter dan divestasi
saham hingga 51 persen. Sementara jika dalam waktu enam bulan ke depan belum
ada progres pembangunan smelter, maka izin ekspor konsentrat Freeport
dipastikan akan dicabut. AS lebih memilih mengalah soal Freeport asalkan tidak
kehilangan resource yang sangat potensi bagi masa depan pertahanannya.
Setelah
kemenangan Anies_Sandi terhadap Badja, keadaan politik telah ter-cluster dengan
baik untuk dengan mudah menciptakan stabilitas politik dari segala rongrongan,
dan memastikan semua proxy AS harus di sudahi kelakuannya. No more deal...game
is over..". Issue bahwa Militer tidak loyal ternyata hanya issue murahan
dan ada karena operasi inteligent untuk memberikan angin bagi lawan keluar dari
recanana besarnya untuk disapu secara sistematis oleh kekuatan TNI dan POLRI.
Jalan menuju 2019 terbuka lebar untuk periode kedua. Setelah periode kedua
Jokowi, Indonesia akan jadi negara besar yang merupakan perpaduan kekuatan
agamais dan nasionalis, yang menerapkan demokrasi secara baik, yang bakal
menjadi model untuk mempercepat modernisasi negara-negara di Timur Tengah yang
masih terjebak issue issue agama…
Komentar
Posting Komentar